#Mentoring Self Development Seru
Mengubah Mental Tempe Kaum Kurang Pede Menjadi Pribadi Tangguh Siap Sukses Membangun Bisnis

MAU USAHA TAPI TAKUT INI ITU?

MULAI  SAJA  DULU

SEMPURNAKAN SAMBIL JALAN

Tanpa khawatir berlebihan menghadapi resiko/kegagalan, pendapat negatif orang lain, bingung mengelola usaha, dan tanpa menunggu sempurna. 

Assalamualaikum…
Perkenalkan saya Renti Noviantrie, seorang ibu rumah tangga, dan praktisi bisnis. Saat ini saya mengelola usaha furniture kayu (jati, mahoni, dan trembesi/suar), dan juga mempunyai kesibukan sebagai business practitioner dalam sebuah kelas mentoring, dan affiliate marketer.

Saya memulai usaha furniture sekitar tahun 2014. Pada saat itu hanya coba-coba, artinya tidak ada bekal ilmu bisnis sama sekali, hanya berbekal akun sosmed dan juga kenalan beberapa teman yang sudah terlebih dahulu menjalani bisnis furniture ini. Kebetulan memang saya tinggal di kota ukir Jepara, setelah menikah dengan orang Jepara.

Dibilang nekad, iya mungkin juga. Sebab dari awal mulai memberanikan diri memajang gambar-gambar furniture di sosmed  ini saya belum paham benar tentang prosesnya, apalagi model dan harganya yang sangat variatif. Mungkin lebih tepatnya setengah iseng.

Ada customer order ya Alhamdulillah, tidakpun ya tidak  masalah. Dalam pikiran saya, kalau tidak saya mulai ya tidak akan terjalani sampai kapanpun.

Teringat oleh saya, order pertama yang saya terima saat itu bukan furniturenya, tapi spare partnya yang berupa engsel kuningan hehehe..

Lalu apakah ini berjalan lancar dan menyenangkan? Tentu saja tidak. Mana ada usaha yang langsung enak di awalnya? Mungkin ada tapi jarang.

Ragu? Pasti! Bahkan sering merasa, “ah sudahlah toh hidup dari gaji suami gini aja sudah cukup.”

Semangat usaha naik turun.  Untungnya saya tidak produksi sendiri waktu itu, ada teman yang bisa handle bagian ini, saya hanya marketing saja istilahnya.

Apalagi jika ada yang bernada tidak percaya kalau saya memilih jenis usaha ini. Mikirnya langsung negative, jangan-jangan bener kata teman saya, gak akan mampu saya ngurus ini. Timbul juga pikiran, bagaimana jika customer nanya macem-macem, musti jawab apa nih?

Belum lagi seiring berjalannya usaha beberapa kali saya mendapatkan complain dari customer. Waduuh.. Pengennya udahan aja wkwkwk.. Lebih parah lagi, tiap kali mendapat complain, usaha auto berhenti sebulan dua bulan, diem gak ngapa-ngapain, kelamaan trauma. Kacau kan, hahaha..

Itulah saya dulu, mindernya Subhanallah banget. Mental tempe, bahkan tidak percaya sama kemampuan diri sendiri. Terlalu banyak overthinking, dan terlalu mengkhawatirkan hal-hal yang belum tentu terjadi. Ini semua membuat kurang enjoy dalam menjalankan usaha, bahkan malah mengganggu. Akibatnya ya usaha saya gitu-gitu aja, gak ada kemajuan. Jangan ditiru yak hehehe..

Suatu saat ada teman akrab yang mengatakan, “Ojo minderan!” dalam Bahasa Jawa artinya jangan suka minder. Saya gak terima dibilang begitu, saya merasa tidak minderan seperti apa katanya. Eh, makin hari ternyata sikap saya makin kelihatan dan terbukti minderan, benarlah kata teman saya tadi. Disinilah saya mulai introspeksi diri, aware ada kekurangan yang harus diperbaiki.

 Setelah itu saya mulai antusias mencari tahu apa yang bisa saya lakukan untuk meng-upgrade diri. Sepele saja pemikiran saya waktu itu. Kenapa teman-teman seangkatan saya sudah sukses, ada  yang berprofesi sebagai pengusaha, pengajar, pegawai dengan jabatan tinggi, bahkan ada yang menjadi public figure. Kok mereka bisa berani tampil di depan dan mengambil bagian itu, sedangkan saya berkumpul dengan orang banyak saja kurang berani. Mau sampai kapan saya begini terus? Malu rasanya gak punya kemampuan apa-apa.

Saya mulai mencari-cari usaha apa yang bisa saya lakukan untuk bisa maju. Banyak sekali usaha yang saya coba. Dari usaha warung, refill sabun cuci baju & piring, reseller ini itu, Alhamdulillah semuanya GAGAL.. hahaha. Ternyata pada usaha furniture inilah saya kembali menekuni.

Ketakutan dalam memulai berwirausaha adalah hal yang normal.
Tapi tahukah Anda, justru saat dijalani, ketakutan sering kali hanya ada dalam pikiran saja dan berbeda dengan kenyataannya.

Takut ditipu, takut habis modal, takut tidak mampu mengelola, dan sebagainya. Takut kewalahan menangani bisnis, takut gagal dan bangkrut.

Nah, itulah ketakutan dalam berbisnis yang harus Anda atasi sebelum bisnis dimulai. Jadi, lawan setiap pikiran dan perasaan negatif yang menghalangi Anda untuk maju. Jangan biarkan kekhawatiran apapun membuat niat Anda untuk berbisnis menjadi hilang.

Faktor ini bisa saja berupa :
1. Belum berpengalaman dalam berbisnis
Akan selalu ada hari pertama dimana Anda memulai sesuatu yang baru. Jika tidak dimulai maka selamanya akan tetap tak terwujud. Jadi cobalah memulai. Semua bisnis yang sukses pasti dulunya juga berawal dari kecil dan tanpa pengalaman.
2. Melihat pengalaman buruk orang lain
Memang kita perlu melihat pengalaman buruk orang lain untuk mengetahui resiko apa saja yang bisa terjadi dalam berbisnis. Namun hal ini jangan menjadikan kita hilang minat sehingga mengurungkan niat untuk membuka suatu bisnis. Pelajari mengapa itu bisa terjadi dan hindarilah supaya tidak juga mengalaminya kelak.
3. Merasa belum mampu
Coba mintalah pendapat orang lain apakah Anda benar belum mampu atau jangan-jangan sebenarnya hanya merasa belum mampu saja.
4. Sulit membagi waktu
Nah untuk urusan membagi waktu Anda bisa jauh-jauh hari latihan. Dalam sehari 24 jam yang Anda punya itu mungkin untuk awalnya Anda bisa menggunakan 3-4 jam saja setiap harinya. Tapi lakukan dengan sungguh-sungguh 100% fokus. Lama-lama Anda bisa menyesuaikan dengan perkembangan bisnis Anda.
5. Takut menghadapi ketidakpastian
Awal bisnis memang tidak terlihat langsung menghasilkan. Lebih kepada membangun brand terlebih dahulu, nama bisnismu perlu dikenalkan kepada calon customer, bangunlah reputasi yang baik maka hasil akan menjadi pasti dengan sendirinya.
6. Merasa sudah terlambat.
Tidak ada sesuatu usaha yang terlambat untuk dimulai. Bahkan kolonel Sanders pendiri restoran KFC memulai usahanya di usia 60 th. So, kenapa takut?
7. Kurangnya Motivasi
Ingatlah selalu akan niat awal yang membuatmu ingin membuka usaha. Misal ingin menghajikan orang tua, atau ingin menyekolahkan anak hingga masuk fakultas yang diinginkan, atau ingin menghadiahi istri rumah dan mobil, masih banyak sekali tentunya. Jadikanlah itu semua strong why mengapa kamu harus segera memulai usahamu.

Ternyata circle atau lingkaran pertemanan juga sangat mempengaruhi sikap kita.
Lingkaran pertemanan yang baik pasti akan mengantarkanmu pada kebaikan. Apalagi bila mereka bisa diajak untuk produktif bareng, hasilnya pasti akan sangat signifikan bagi hidupmu.
Itulah mengapa PENTING untuk memilih dengan siapa kita membentuk circle pertemanan.

Keuntungan memiliki circle positif adalah :
• Mensupport dalam meraih kesuksesan
• Kita akan selalu termotivasi dan tidak mudah menyerah
• Tidak ada keburukan maupun kerugian sedikitpun
• Terbawa untuk lebih produktif dan menghargai waktu

Sebaliknya circle negatif akan menghambatmu untuk maju. Mindset atau pola pikir mereka pun berbeda bahkan terbalik dengan mereka yang berada dalam circle positif.

Cara menemukan small circle yang tepat untuk bisnis ala Rico Huang :
1. Bergabung dalam komunitas bisnis yang sejalan
2. Mengikuti pelatihan offline
3. Mengikuti e-course

Dalam memulai suatu bisnis, Anda diharapkan memiliki karakteristik kewirausahaan.

Dan percaya diri memegang peranan penting dalam menentukan kesuksesan dalam berbisnis.

Percaya pada diri sendiri berada pada posisi pertama sebagai karakter yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.

Kepercayaan diri adalah sikap yakin akan kemampuan pada diri sendiri terhadap pencapaian, keinginan, dan harapannya.

Percaya diri juga menunjukkan bahwa seseorang bertanggung jawab, kritis pemikiran, tidak mudah tersinggung dan lebih stabil emosinya.

Cara mengasah rasa percaya diri bisa dengan melakukan hal-hal ini :
• Bergabunglah dengan lingkungan positif
• Cobalah menjalin koneksi
• Beranikan diri untuk menerima tanggung jawab sebuah tugas
• Selalu yakin dengan apa yang dilakukan
• Belajarlah dari orang sukses

Hindarilah segala sikap yang melemahkan mental sebelum memulai usaha.

Apa saja sikap yang harus dihindari itu ?
1. Minder. Dalam kamus berbisnis minder hanya akan menjauhkan dari kesuksesan.
2. Malas. Semakin malas semakin lama dalam memulai semakin jauh dari berhasil.
3. Gengsi. Tidak akan membuat seseorang terlihat hebat. Boleh gengsi tapi nanti setelah sukses.
4. Egois. Jika terlihat mementingkan diri sendiri akan kesulitan membangun kerjasama yang mungkin diperlukan.
5. Pesimis. Sikap negatif yang harus segera dihapus. Tidak akan pernah berjalan lancar jika pengusaha memiliki sikap pesimis terhadap usahanya sendiri.

Lalu bagaimana menumbuhkan sikap mental tangguh sebagai modal utama karakteristik pengusaha?

• Hal pertama yang harus ditanamkan adalah jangan pernah membandingkan diri dengan siapapun. Tiap pribadi itu unik dan punya jalan suksesnya sendiri.
• Menerima kekurangan diri apa adanya. Berani belajar dari kegagalan.
• Kurangi scroll sosmed yang unfaedah. Lebih baik follow akun inspiratif yang memotivasi.
• Berani mengatakan ‘tidak’ pada hal-hal kurang manfaat.
• Cukup waktu istirahat dan olahraga. Ini akan membuat emosi stabil.
• Usahakan selalu menilai sesuatu secara obyektif.
• Dan latihlah selalu kedisiplinan, sikap pantang menyerah, dan kreatifitas.

Singkirkan perfeksionis dari diri Anda. Karena hanya akan membuat penundaan.

Anda hanya perlu memulainya, dan sempurnakan seiring waktu berjalan. Kita hanya perlu melakukan yang lebih baik dari sebelumnya.

Jadikan kegagalan adalah suatu pembelajaran bukan akhir dari usaha.
Setiap bisnis yang besar dan sukses pasti berawal dari usaha kecil dan sederhana.

Betapa sering orang menunda tindakan sederhana yang berdampak besar hanya karena menunggu sempurna.

Menjadikan hobi sebagai jalan usaha juga sangat menyenangkan. Anda tidak perlu menciptakan bidang usaha baru jika sudah memiliki hobi. Anda tinggal kembangkan saja sesuai alur minat pasar saat ini. Misal jika Anda memiliki honbi memasak, bisa saja mulai mencoba dengan menu-menu kekinian yang sangat diminati pembeli.
Atau Anda memiliki minat pada riasan wajah, Anda bisa menjadi reseller produk make up dan peralatannya yang disertai tips-tips bermake up, ini akan menarik customer yang ingin bermake up tapi tidak tahu bagaimana baiknya.

Dalam berbisnis, hal yang sangat mudah untuk diterima dan diminati oleh market adalah yang solutif yang menjawab bagi masalah-masalah mereka, dan memberikan inovasi baru yang memberikan kemudahan dan value lebih buat market.

Saat terpenting bagi sejarah self development saya adalah, 4 th yang lalu tepatnya, saya menemukan komunitas bisnis yang berbeda. Semua yang diajarkan mentor disana adalah hal-hal positif yang tadinya saya belum pernah mendapatkan.
Ini benar-benar pengalaman baru sekaligus berharga buat saya.

Salah satu yang saya ingat betul, bahwa ternyata memilih teman pergaulan itu sangatlah penting. Ya sering sih mendengar kalimat ini sebelumnya, supaya kita memperhatikan dengan siapa kita bergaul.

Tapi tidak sekedar itu. Sikap buruk tidak hanya bisa berpengaruh dan menular yang membuat kita akan menyerupai dengan sikap teman di sekeliling kita.

Tapi bahkan ada pernyataan lebih ekstrim lagi, bahwa kita ini secara berpikir bersikap dan berpenghasilan akan dirata-rata dari lima hingga enam orang dalam circle kita. Nah tuh..masih mau bergaul dengan mereka yang selalu berpikir negative?

Inilah yang kemudian membuat saya berpikir berbeda dari sebelumnya. Sempat protes dengan pernyataan tersebut. Masa iya kita harus pilih-pilih teman? Masa iya kita gak boleh kenal sama teman yang katakanlah gak punya penghasilan?

Jelas boleh. Bahkan kita harus membantu mereka. Tapi konteks disini adalah kita harus memilih circle positif dalam membangun mindset kita. Dengan kita memiliki circle atau komunitas positif untuk bisa kita contoh, kita sharing bareng, ngobrol tentang visi misi usaha kita , maka otomatis pola pikir kita pun akan terangkat atau istilahnya terupgrade.

Jadi maksudnya adalah, kurangilah bergaul menghabiskan waktu dengan teman yang kurang mendukung atau tidak sefrekwensi dengan kita menuju tujuan.

Betul juga, setelah saya dikelilingi dengan orang-orang yang bermindset serba positif ini, saya mulai merasakan perubahan. Saya mulai percaya diri bahwa saya pun bisa menjadi lebih baik dan berpeluang menjadi orang yang sukses seperti yang lainnya.

Saya memegang prinsip, jatah waktu yang diberikan kepada semua manusia adalah sama yaitu 24 jam per hari. Itu artinya peluang yang didapatkan oleh setiap manusia pun sama. Tinggal mau atau tidak mengolahnya sebaik mungkin.

Dan 2 th yang lalu saya kembali menemukan sebuah komunitas bisnis yang kali ini lebih hebat lagi. Yang benar-benar mengubah secara drastis pola pikir saya menjadi pola pikir usahawan tangguh, meski saya belum menjadi usahawan tangguh sungguhan tapi mindset saya sudah lumayan menuju ke arah sana hehehe, nyombong dikit deh.

Cerita punya cerita, akhirnya saya menjalankan usaha affiliasi di bidang digital marketing bersama komunitas saya tadi, di samping usaha furniture yang sudah saya jalani terlebih dahulu.

Nah disinilah uniknya, saya mendapatkan bisnis baru, tapi segala ilmu yang saya dapatkan disana bisa saya terapkan di usaha furniture saya. Usaha furniture yang tadinya asal-asalan semaunya aja mengelolanya, eh sekarang malah menjadi lebih profesional lagi, lebih tertib dan rapi lagi dengan ilmu scale up saya di komunitas bisnis baru tersebut. Double kill istilah game online anak sekarang, mantab abis pokoknya..hahaha

Ini adalah sedikit gambaran tentang usaha furniture saya, yang sudah lumayan berkembang.

Strategi ini sangat cocok untuk:

✅ Bisnis yang belum online dan tergantung dengan offline

✅ Ingin naikkan profit bisnis di Internet

✅ Bisnis kemitraan, agen, distributor yang ingin merekrut banyak team penjualan

✅ Coach, konsultan, trainer, content creator yang menjual jasa profesional mereka

✅ Pelaku network marketing yang merasakan sulitnya closing, dan ingin menarik banyak mitra bisnis melalui internet

✅ Seorang ahli, experts, agensi & industri jasa yang ingin mendapatkan klien dengan nominal tinggi

✅ Anda yang tidak ingin membuang waktu di media sosial posting-posting dengan harapan dapat closingan

✅ Anda yang muak & bosan dengan strategi Lead Magnet, webinar/live streaming yang nggak menghasilkan closingan, dan strategi usang lainnya

✅ Orang yang ingin keluar dari lingkaran tikus seperti: bikin konten susah payah, dan endingnya audiens Anda hanya ingin gratisan

Ini Sebenarnya Rumus Yang Saya Temukan

Benerin Targeting-nya

Targeting adalah langkah awal dari semua strategi marketing.

Kita akan belajar: teknik menentukan target market yang potensial ➡️ fokus kesitu aja.

Jadi bukan asal tembak dan berharap dibeli, bukan harus jadi influencer dulu, bukan harus punya banyak followers dulu, melainkan harus menajamkan targetnya duluan.

Tau Kondisi Mereka Saat ini dan Kondisi Yang Mereka Inginkan

Kita akan belajar Before-After State. Alias kondisi sebelum dan sesudah, dari target market Anda.

Jadikan produk Anda ➡️ solusi dari masalah mereka.

Teknik Jual Kecil Dulu, Baru Jual Besar

Ini kuncinya, dulu saya gak tau ini.
Kita akan belajar menaikkan profit dengan menjual yang kecil dulu, untuk membangun kepercayaan, baru deh jualan yang besar.

Ini Efek Yang Terjadi Di Usaha Kami

1️⃣ Kami kebanjiran WARM-Prospek jumlahnya DAHSYAAATT… ratusan group WA. Lebih dari 350 group, dan per group WA berisi paling tidak 150-200 orang.

Kebayang kalau database anda sebanyak ini dan terus bertambah?

Kolam prospek saya di group WA, per group rata-rata berisi 150-200 warm prospect, dan mereka selalu saya hangatkan dengan edukasi. Sewaktu-waktu saya ingin launching produk baru, tinggal promokan saja ke ratusan kolam ini.

2️⃣ Lalu saya jual produk yang lebih mahal, jumlahnya >35 Group Telegram Per group berisi 50-400 orang, dan penjualan rata-rata berkisar 300-500 ribu per customer.

Mereka ini disebut HOT-Prospect.
Angka real-nya >5700 orang.

Group saya di telegram, rata-rata berisi kisaran 50-400 orang, dan penjualan rata-rata 300-500 ribu per customer.

3️⃣ Dari list level 2️⃣ tadi, saya closing lagi yang lebih mahal, Per orang rata-rata saya mendapat profit 2,5 juta.

Masuknya kategori Super HOT-Prospects.

Screenshot mutasi 6 bulan terakhir. Profit berkisar 50-100  juta sebulan.

Semua ini terjadi dengan cepat, hanya di kurun waktu awal 2020 hingga hari ini. Lebih cepat dari percepatan bisnis saya sebelumnya.

Apa saja yang akan anda dapat

2 Steps Super Smart “Targeting Hack” strategy + Bonus Powerful Personal Branding (senilai 897 rb)

Matrix Makro dan Mikro Targeting (senilai 222 rb)

Teknik Riset, Profiling & Value Proposition Yang Market-Oriented + Bonus Canvas Template (senilai 679 rb)

Strategi Membangun Tangga Jual Kecil-Jual Besar + Semua Frameworknya (senilai 1.321 rb)

Teknik Before-After Selling dengan kombinasi storytelling (senilai 1.755 rb)

Group mentoring+diskusi dan menambah jejaring teman-teman pengusaha (siapa tau ketemu jodoh juga ya kan 😁 jodoh bisnis maksudnya ya 😄) (senilai … tak ternilai lah ini mah)

Total Senilai: 5,241 JUTA

Special Price

297 ribu!!

Tapi TUNGGU, Join Group Sekarang ⤵️ ⤵️

Ini kata mereka

Lupakan sejenak teknik copywriting yang harus super ciamik!

Lupakan sejenak fitur Ads yang terus berkembang cepat!

Sebagus apapun copywriting dan Ads Anda, kalau jualnya kepada orang yang salah. Maka nggak bakalan dibeli!

Hal pertama yang harus dibenerin, target jualan dan strategi menjualnya.

Kalo target dan strategi sudah bener, gak usah pake copywriting juga, yang beli udah  berbondong-bondong ngantri.

Bonus jika anda join sekarang

bonus #1

17 formula membuat Headline Yang Memikat. Saya mengumpulkan 17 Pola HEADLINE yang terbaik (nanti saya tambahin deh beberapa lagi buat Anda), saya kumpulkan dari guru-guru internet luar negeri.

Lalu saya modelling dan saya hack dan saya buatkan strukturnya. Njelimet ini aseli…
Tapi berita baiknya Anda tinggal nyontek aja pola kalimat Headlinenya, lalu terapkan di Sales Page Anda nantinya, untuk menyedot ribuan calon customer masuk ke kolam Anda.

Value: Rp 867.000

bonus #2

4 pilar yang menopang suksesnya sebuah bisnis. Anda akan tau pondasi sukses bangun bisnis di Internet, sehingga menghemat banyak waktu agar nggak terjebak di pola pikir yang salah, dan menyingkirkan potensi gangguan sejak awal.

Di eBook ini juga dibahas jenis bisnis apa saja yang cenderung mudah dikembangkan di Internet.

Value: Rp 89.000

Total BONUS = 956 ribu !!

2 Bonus ini dikasih GRATIS jika anda join Group Mentoring ini SEKARANG.

Yuuuk meluncuuurr ‼️

  • Alumni Fak Kedokteran UNPAD Bandung
  • Dosen di salah satu Akademi Kebidanan di Kota Bandung
  • Komisaris PT Mewujud Keluarga Sakinah dan PT Wakaf Digital Indonesia
  • Penulis 4 buku, penggiat NLP, dan seorang coach dan trainer.
  • Juga menjadi pelayan persalinan GRATIS untuk dhuafa di Rumah Bersalin Cuma-Cuma.
  • Founder komunitas pembelajar bisnis digital, sekitar 5000 orang
  • Founder Lentera Ilmu (startup eLearning)
Abah (dr. Angga Prasetya)